![]() |
| Inilah 10 Tips Agar Memiliki Anak-Anak Yang Sholeh .... Terutama Sekali Tips No 6...Sampaikan Pesan Penting Ini Kepada Semua Orang Tua |
Suatu ketika seorang bapak mengeluh tentang anaknya. “Mas sudah 2 bulan ini anakku tidak mau masuk sekolah,”
begitulah keluhannya pada kami. Kami hanya terdiam saja. Bapak ini juga
minta agar diajarkan do’a atau amalan tertentu supaya anak tercintanya
ini bisa lagi kembali sekolah. “Iya, pak nanti saya cari dulu do’a atau amalannya,” jawab kami.
Kemudian
kami kemarin tidak sengaja ke toko kitab. Di sana kami menemukan kitab
yang sangat menarik yang ditulis oleh ulama saat ini, Syaikh Musthofa Al
Adawi. Judul kitab tersebut adalah Fiqh Tarbiyatil Abna’. Di dalam
kitab ini banyak penjelasan yang cukup menarik mengenai cara mendidik
anak. Insya Allah pada kesempatan kali ini dan kesempatan akan datang,
kami akan menyarikan pelajaran-pelajaran berharga dari kitab tersebut.
Semoga ini bisa menjadi solusi dari keluhan bapak tadi.
Yang Patut Diingat oleh Ortu
Ada
suatu hal yang perlu dipahami oleh setiap ortu ketika mendidik anak.
Kita memang ingin sekali menjadikan anak dan keturunan kita sebagai anak
sholih. Kita ingin mereka menjadi anak yang baik. Kita ingin agar
mereka menjadi anak yang berbakti dan taat. Namun, ada suatu hal yang
kita sering lupakan. Kita memang sudah berusaha mendidik mereka dengan
pendidikan yang baik dan berkualitas. Bahkan mereka juga kita wajibkan
masuk TPA atau masuk pondok pesantren. Namun kadangkala, kita hanya
bersandar pada usaha kita semata, tanpa mau melirik bahwa hidayah dan
petunjuk adalah di tangan Allah termasuk hidayah pada anak dan keturunan
kita. Walaupun kita telah pontang panting dengan melakukan berbagai
sebab, namun jika Allah menakdirkan berbeda, lantas apa yang bisa kita
perbuat. Selayaknya kita banyak merenungkan ayat-ayat semacam ini:
مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِي وَمَنْ يُضْلِلْ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
“Barangsiapa yang
diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan
barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang
merugi.” (QS. Al A’rof : 178)
فَإِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ
“Maka sesungguhnya
Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang
dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena sedih terhadap
mereka.” (QS. Fathir : 8 )
وَلَوْ شِئْنَا لَآَتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَاهَا
“Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk baginya.” (QS. As Sajdah : 13)
وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَآَمَنَ مَنْ فِي الْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا
“Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya.” (QS. Yunus : 99)
Mengambil Pelajaran dari Kisah Nuh dan Anaknya
Lihatlah pula pada kisah Nabi Allah Nuh ‘alaihis salam. Dia mengatakan pada anaknya ,
يَا بُنَيَّ ارْكَبْ مَعَنَا وَلَا تَكُنْ مَعَ الْكَافِرِينَ
“Hai anakku, naiklah ke kapal bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.” (QS. Hud : 42)
Namun Allah tidak menginginkan anak ini mendapat hidayah. Anak Nabi Nuh malah menjawab,
سَآَوِي إِلَى جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاءِ
“Aku akan mencari perlindungan ke gunung saja yang dapat melindungiku dari air bah.” (QS. Hud : 43)
Nabi Nuh berkata,
لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلَّا مَنْ رَحِمَ
“Tidak ada yang dapat melindungimu hari ini dari azab Allah, selain yang Allah rahmati.” (QS. Hud : 43)
Nuh pun berdoa lagi pada Allah karena kasihan pada anaknya,
رَبِّ إِنَّ ابْنِي مِنْ أَهْلِي وَإِنَّ وَعْدَكَ الْحَقُّ وَأَنْتَ أَحْكَمُ الْحَاكِمِينَ
“Ya
Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya
janjiMU itulah yang benar dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.” (QS. Hud : 45)
Allah tidak suka dengan perkataan Nuh tersebut,
يَا
نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ فَلَا
تَسْأَلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنِّي أَعِظُكَ أَنْ تَكُونَ مِنَ
الْجَاهِلِينَ
“Wahai Nuh,
sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan
diselamatkan), sesungguhnya dia telah berbuat yang tidak baik. Sebab itu
janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui
hakekatnya. Sesungguhnya Aku memperingatkan padamu supaya kamu jangan
termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.” (QS. Hud : 46)
Lihatlah
saudaraku dan perhatikanlah dengan baik-baik kisah Nuh ini. Beliau
sudah berusaha keras agar anaknya mendapat hidayah, namun Allah
berkehendak lain.
Oleh
karena itu, janganlah kita lupa untuk selalu memohon pada Allah agar
Allah selalu memberi keberkahan dan penyejuk mata pada anak dan
keturunan kita, di samping usaha dan sebab yang kita lakukan.
Ya Allah berkahilah selalu pendengaran, penglihatan, hati, dan istri kami, juga berilah keberkahan pada keturunan kami. Amin Ya Robbal ‘Alamin.
Tolong juga dishare ke istri2nya dirumah yaaaa, semoga bermanfaat,
Ini adalah isi pesan yang disampaikan Prof Dr Muhaya untuk semua orang tua
Assalamualaikum wr wb
Untuk para Ibu-Ibu tersayang...
Mari kita amalkan 10 tips mendo'akan agar memiliki anak-anak yang sholeh .... terutama tips no 6...
- Kalau tiba-tiba teringat pada anak, kirimkan bacaan Al Fatihah. Sampai ke ayat "Iyyakanakbudu waiyyakanastain" ("Hanya kepada Mu kami menyembah dan hanya kepadaMU kami memohon pertolongan."), mintalah apa-apa hajat saat itu yang ada hubungannya dengan anak yang kita ingat saat itu, habiskan bacaan surah Al Fatihah doakan semoga anak kita diberi kepahaman yang sebenarnya dalam urusan agamanya, memiliki ilmu yang bermanfaat dan serahkan urusan anak kepada Allah untuk menjaganya.
- Pandang wajahnya saat dia tidur, ucapkan...."Ibu mau (nama anak) jadi anak yang sholeh, sayang..."
- Coba amalkan (seperti kata Ustadz, kata-kata ini bermakna kita bercakap dengan rohnya) dan ucapan ini adalah DOA, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
- Bangun shalat malam, shalat lah disisinya. Maksudnya kita shalat dalam kamar dia dan dekat dengan ananda. Jika Kita sering melakukannya dan kita juga selalu beritahu dia bahwa kita sering doakan dia, dia akan merasakan satu ikatan kasih sayang yang hakiki yang kita sangat sayang pada dia dan mau dia jadi anak yang sholeh. Dia akan tahu kita selalu shalat hajat untuknya.
- Minta dikasihani. Ucapkan setiap saat bahwa kita ini sedang menunggu panggilan Allah. Jika dia tidak jadi anak sholeh bermakna dia tidak sayang kita dan tentunya kita akan merana di Alam Barzah nanti.
- Peluklah anak selalu walaupun dia sudah besar, sebagaimana kita sayang dia saat kecilnya. Aura ciuman dan belaian Ibu sambil bisikkan padanya bahwa kita bangga mempunyai anak sepertinya.
- Maafkan anak kita setiap waktu walaupun perbuatannya amat melukai hati kita. Muhasabbah diri, mungkin kesalahan yang anak kita lakukan itu adalah karena dosa-dosa kita dimasa lalu.
- Yang paling penting jaga tutur kata kita, jangan sekali-kali ucapkan perkataan yang bisa melukai hatinya. Jika ini terjadi juga karena kita khilaf, cepat-cepat cari waktu yang sesuai untuk kita minta maaf padanya. Mengakulah padanya itu kelemahan kita, kita marah karena dia berbuat salah, bukan bermaksud membenci.
- Amalkan membaca ayat 40 Surah Ibrahim supaya kita, anak kita dan keturunan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang tetap mendirikan sholat. (Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku). Selalu ingatkan anak bahwa tak guna ada pangkat, belajar tinggi, harta, hafal Quran sekalipun...jika tidak mempunyai akhlak yang mulia. Allah tidak melihat wajah yang cantik tapi melihat hati yang cantik.
- Saat mencuci beras niatkan... "Ya Allah...lembutkanlah hati anak-anakku, sebut nama anak kita.....untuk paham agamanya..... (kenapa kita mau dia paham agama, karena anak yang tak paham agama akan bawa orangtuanya juga ke neraka).... seperti engkau lembutkan beras ini menjadi nasi ".
Cuci
beras lawan arah jam (putar kekiri seperti orang thawaf ) sambil
sholawat kepada Nabi Muhamad saw. Hati jangan lalai saat melakukannya,
dan ingat kepada Allah selalu.

