Sahabat SepercikHikmah yang kami hormati.
Sosok seorang ibu berbisnis atau business mom sedang menjadi tren pada
jaman masa kini. Pada masa awal pernikahan, istri saya pun menunjukkan
hasrat yang tinggi untuk berwirausaha. Dia pernah berdagang
kecil-kecilan meskipun akhirnya tidak dilanjutkan.
adek
malam-malam? Terus sebelum berangkat kerja, memangnya Ayah mau menyapu
dan mengepel rumah? Terus Ayah mau masak sendiri buat sarapan? Juga
memandikan adek dan mencuci baju kita? Lalu, nanti yang menyetrika baju
siapa? Yang ajak adek belajar di rumah dan istirahat siapa?”
Istri
saya kemudian melanjutkan, “Nah, kalau Ayah nggak mau melakukan
pekerjaan ibu rumah tangga, terus kenapa Bunda diminta mengerjakan
kewajiban kepala rumah tangga untuk mencari penghasilan? Kan, sudah ada
pembagian tugasnya masing-masing. Apa Ayah mau, Bunda sukses jadi
business mom, tapi rumahnya berantakan? Anak-anaknya pada nggak diurus?
Gimana?”
Jawaban
– jawaban yang dilayangkan kepadaku membuatku tercengang. Dalam hati
terdalam, saya pun mengamini jawaban tersebut. Banyak suami yang
menuntut istrinya melakukan banyak aktivitas, tetapi ketika dituntut
balik malah banyak alasan untuk menolaknya. Kegagalan para istri untuk
menjadi business mom sejatinya disebabkan kegagalan para suami untuk
membantu pekerjaan pasangannya.
Lebih parah lagi, menuntut istri untuk
menjadi business mom mencerminkan kemalasan suami untuk bekerja lebih
giat demi mendapatkan penghasilan. Maka bagi para suami, sebelum
menuntut istri, lebih baik tuntut diri kita terlebih dahulu untuk bisa
bekerja lebih keras dan membantu pasangan di rumah.
Semoga
kisah ini menjadi inspirasi para suami yang hendak mau menuntut
istrinya untuk berpenghasilan karena sesungguhnya pekerjaan istri
dirumah itu lebih repot

